Penguatan Karakter Gotong-royong Bangsa Indoensia
Penguatan Karakter Gotong-royong Bangsa Indoensia
(Lima Prioritas Pendidikan Karakter Bangsa Indonesia) oleh Herman, S.Pd.
Gotong-royong adalah sikap melakukan secara bersama-sama suatu pekerjaan fisik yang berat agar yang pekerjaan awalnya berat menjadi ringan dan mudah. Gotong-royong juga berarti bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu hasil yang memuaskan.
Pendidikan karakter Gotong-royong ini terlebih dahulu diperkenalkan di keluarga. Bersama-sama membersihkan rumah, membuat pagar, memperbaiki tempat sampah, hal-hal ini merupakan contoh-contoh yang melekat bahkan tertanam dalam jiwa.
Pendidikan karakter Gotong-royong di sekolah dapat dikembangkan dari jiwa gotong-royong yang sudah tertanam dari keluarga. "Di sekolah 70% sebagai pendidikan karakter dan 30% sebagai pendidikan umum" demikian ucap Arie Budiman, staff ahli mendikbud bidang pembangunan karakter (14/6/2017). Dengan demikiam jiwa gotong-royong di sekolah dapat dikembangkan.
Pendidikan karakter Gotong-royong ini diharapkan siswa memiliki sikap Menghargai, Inklusif, Kerja sama, Solidaritas, Empati, Komitmen atas Keputusan Bersama, Musyawarah Mufakat, Tolong Menolong, Anti Diskriminasi, Anti Kekerasan, Relawan.
Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) Gotong-royong di sekolah dapat dilakukan dengan strategi inklusif, seperti inklusif pada mata pelajaran (silabus, rpp), inklusif budaya sekolah (diperlukan budaya sekolah yang mendukung PPK Gotong-royong, hal ini perlu kebersamaan), inklusif ekspolrasi (eksplor bakat), inklusif teman sejawat (penularan kepada teman kerja).
(Lima Prioritas Pendidikan Karakter Bangsa Indonesia) oleh Herman, S.Pd.
Gotong-royong adalah sikap melakukan secara bersama-sama suatu pekerjaan fisik yang berat agar yang pekerjaan awalnya berat menjadi ringan dan mudah. Gotong-royong juga berarti bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu hasil yang memuaskan.
Pendidikan karakter Gotong-royong ini terlebih dahulu diperkenalkan di keluarga. Bersama-sama membersihkan rumah, membuat pagar, memperbaiki tempat sampah, hal-hal ini merupakan contoh-contoh yang melekat bahkan tertanam dalam jiwa.
Pendidikan karakter Gotong-royong di sekolah dapat dikembangkan dari jiwa gotong-royong yang sudah tertanam dari keluarga. "Di sekolah 70% sebagai pendidikan karakter dan 30% sebagai pendidikan umum" demikian ucap Arie Budiman, staff ahli mendikbud bidang pembangunan karakter (14/6/2017). Dengan demikiam jiwa gotong-royong di sekolah dapat dikembangkan.
Pendidikan karakter Gotong-royong ini diharapkan siswa memiliki sikap Menghargai, Inklusif, Kerja sama, Solidaritas, Empati, Komitmen atas Keputusan Bersama, Musyawarah Mufakat, Tolong Menolong, Anti Diskriminasi, Anti Kekerasan, Relawan.
Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) Gotong-royong di sekolah dapat dilakukan dengan strategi inklusif, seperti inklusif pada mata pelajaran (silabus, rpp), inklusif budaya sekolah (diperlukan budaya sekolah yang mendukung PPK Gotong-royong, hal ini perlu kebersamaan), inklusif ekspolrasi (eksplor bakat), inklusif teman sejawat (penularan kepada teman kerja).
Komentar
Posting Komentar