Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2018

Penyetaraan Redoks dengan Metoda Biloks

Penyetaraan reaksi Redoks dengan cara Metoda Biloks Reaksi redoks adalah reaksi yang di dalamnya ada atom yang mengalami reaksi oksidasi (bilangan oksidasi nya naik) dan ada atom yang mengalami reaksi reduksi (bilangan oksidasi nya turun). Baiklah di bawah ini beberapa contoh soal Penyetaraan Redoks dengan Metoda Biloks Contoh soal 1 , Perhatikan persamaan redoks berikut, Fe(2+) + MnO4(-) --> Fe(3+) + Mn(2+) Setarakanlah reaksi tersebut  ! 1. Tampilkan biloks  masing-masing atom, Fe(2+) + MnO4(-) --> Fe(3+) + Mn(2+) +2           +7 -2             +3           +2 2. Menyetarakan biloks yang naik - turun Biloks Fe naik 1 dari +2 ke +3 Biloks Mn turun 5 dari +7 ke +2 Yang mengandung Fe dikalikan 5 Yang mengandung Mn dikalikan 1 Fe(2+) + MnO4(-) --> Fe(3+) + Mn(2+) Menjadi, 5Fe(2+) + MnO4(-) --...

Soal Konsep Kimia pada ilmu-ilmu lainnya

1.4 menjelaskan konsep kimia yang diperlukan untuk ilmu-ilmu lainnya seperti pada biologi, astronomi, geologi,  maupun ilmu terapan seperti pertambangan, pertanian, dan teknologi. 1. Pada ilmu biologi diperlukan ilmu kimia. Salah satunya adalah, A.  Menghitung umur fosil B.  Melakukan reaksi polimerisasi C.  Katoda menghambat perkaratan D.  Elektrokimia menghasilkan baterai isi ulang E.  Koloid menghasilkan gelatin

Soal Prosedur Keselamatan kerja di laboratorium

1.3 memahami prosedur keselamatan dalam laboratorium 1. Dengan memahami prosedur keselamatan kerja di laboratorium, pertama sekali mau masuk ke laboratorium kita harus, A. Menggunakan masker pelindung B. Menggunakan kacamata pelindung C. Menggunakan jas laboratorium D. Mempersiapkan kertas kerja E. Mempersiapkan alat dan bahan 2. Dengan memahami prosedur keselamatan kerja di laboratorium, ketika terjadi zat cair yang pekat tertumpah di meja kerja saat memindahkan pakai pipet tetes  kita harus, A.  Melaporkan kepada guru pembimbing B.  Melaporkan kepada laboran C.  Melap zat cair yang tumpah D.  Memberi air kepada zat cair agar encer baru melapnya E.  Membiarkannya saja 3. Dengan  memahami prosedur keselamatan kerja di laboratorium, pada saat pintu laboratorium baru pertama dibuka dengan menggunakan jas lab kita harus, A.  Langsung memasuki laboratorium menuju meja kerja B.  Langsung masuk mengisi daftar hadir C.  Langs...

Soal Hakikat Ilmu kimia

1.2 menjelaskan hakikat ilmu kimia 1. Perhatikan rumus kimia air, H2O. Pada rumus H2O dapat kita nyatakan terdiri atas, A. 1 atom hidrogen dan 1 atom  oksigen B. 1 atom hidrogen dan 2 atom oksigen C. 2 atom hidrogen dan 1 atom  oksigen D.  2 atom hidrogen dan 2 atom oksigen E.  2 atom hidrogen dan 3 atom oksigen 2. Perhatikan rumus kimia urea,  CO(NH2)2. Pada rumus CO(NH2)2 dapat kita nyatakan terdiri atas, A. 1 atom karbon, 1 atom oksigen, 1 atom nitrogen, 1 atom hidrogen B. 1 atom karbon, 1 atom oksigen, 1 atom nitrogen, 2 atom hidrogen C. 1 atom karbon, 1 atom oksigen, 2 atom nitrogen, 2 atom hidrogen D. 1 atom karbon, 1 atom oksigen, 2 atom nitrogen, 4 atom hidrogen E. 2 atom karbon,  2 atom oksigen, 4 atom nitrogen, 8 atom hidrogen

Soal Metoda Ilmiah

1.1.a menunjukkan produk-produk dalam kehidupan sehari-hari 1. Produk dalam kehidupan sehari-hari yang alami adalah, A.  Sabun            D.  Detergen B.  Kosmetik       E.  Keju C.  Garam dapur 1.1.b menunjukkan alat-alat di dalam Laboratorium nama beserta fungsinya 1. Alat yang digunakan untuk menampung larutan adalah, A.  Pipet tetes     D.  Gelas kimia B.  Gelas ukur      E.  Erlenmeyer C.  Tabung reaksi 1.1.c menunjukkan bahan-bahan beserta sifatnya berikut simbol-simbolnya 1. Bahan yang bersifat korosif adalah, A.  Air                   D.  Garam dapur B.  Uranium          E.  Asam sulfat C.  Cuka 1.1.d menunjukkan sistematik karya ...

BAGAN / SUSUNAN TABEL PERIODIK UNSUR

BAGAN / SUSUNAN TABEL PERIODIK UNSUR Tabel Periodik Unsur disusun atas dasar  kenaikan jumlah proton. Tabel Periodik Unsur terdiri atas Golongan dan ber-Perioda Golongan dalam Tabel Periodik Unsur adalah jalur dari atas ke bawah. Unsur-unsur yang satu golongan memiliki sifat kimia yang sama. Golongan dalam Tabel Periodik Unsur terdiri atas gol. A (gol. Utama) dan gol. B (gol. Transisi) serta gol. Transisi Dalam (gol. Lantanida dan gol. Aktinida) Golongan A (gol. Utama) terbagi lagi atas 2 bagian yakni, blok S (gol. IA dan gol. IIA)  dan blok P (gol.  IIIA, IVA, VA, VIA, VIIA, VIIIA) Golongan B (gol. Transisi) disebut blok D Golongan Lantanida dan golongan Aktinida disebut blok F Gol. IA dan gol. IIA disebut blok S karena semua unsur dalam satu blok ini pada konfigurasinya berakhiran sub kulit s . Gol. IIIA, IVA, VA, VIA, VIIA, VIIIA disebut blok P karena semua unsur dalam satu blok ini pada konfigurasinya berakhiran sub kulit p . Gol. IIIB, IVB, VB, VIB, VI...

Percobaan 1.1 ATOM

Tema   : STRUKTUR ATOM Tujuan : Menganalisis sifat listrik   dalam atom. Teori    : Atom adalah partikel yang tidak bisa dibagi lagi baik secara fisik dan secara reaksi kimia biasa. Penyelidikan tentang atom dimulai dengan ditemukannya sifat listrik dari suatu materi. Apabila sebatang sisir digosokkan pada rambut yang tidak berminyak, maka batang sisir tersebut akan dapat menarik potongan-potongan kecil kertas. Peristiwa ini menunjukan

Molalitas

Molalitas adalah salah satu satuan konsentrasi yang menyatakan banyaknya mol zat terlarut dalam sekian kilogram pelarutnya. 1 molal (dituliskan 1 m)  adalah menyatakan banyaknya satu mol zat terlarut dalam 1 kg pelarutnya. Rumus molal, m = mol zat terlarut / kg pelarut Karena di dalam Laboratorium tidak sampai berkilogram pelarut (biasanya menggunakan gram pelarut) maka rumus molal, m = (mol terlarut X 1000) / gram pelarut. Jika tidak diketahui mol terlarut, yang diketahui gram terlarut maka kita harus menghitung mol terlarut terlebih dahulu. Rumus mol, mol = gram / Mr Jadi rumus molal, m = (gram terlarut x  1000) / (Mr x gram pelarut) Mr adalah massa rumus za t. Contoh menghitung Mr urea (=60) Mr (CO(NH2)2) = (1 atom C x Ar C)  + (1 atom O x Ar O)  + (2 atom N x Ar N)  + (4 atom H x Ar H) Mr (CO(NH2)2) = (1 x 12) + (1 x  16) + (2 x 14) + ( 4 x 1) = 12+16+28+4 = 60 Contoh menghitung Mr air (=18) Mr (H2O) = (2 atom H x Ar H)  + (1 atom...

Metoda ilmiah

Penelitian ilmiah adalah suatu kegiatan yang sistematik, logis, objektif, dan replikatif (yang dapat diulang) untuk mengkaji suatu masalah dalam usaha untuk menjelaskan masalah tersebut. Dalam melakukan penelitian perlu dikaji apa latar belakang masalahnya, jika masalah terlalu luas maka perlu dibatasi permasalahannya agar terfokus pada masalah tertentu saja. Untuk menjawab masalah tersebut, dilakukan dengan metoda tertentu, misalnya bahan-bahan dan alat-alat yang diperlukan apa saja, cara kerja penelitiannya bagaimana dan variabel-variabel apa (misal suhu, pelarut, pH). Selanjutnya perlu kajian  pustaka yang menjadi dasar teori yang kuat. Selain itu perlu dicek Di Jurnal Karya Ilmiah apakah penelitian ini sudah oleh orang lain atau belum, dan hasil dilaporkan sebagai hasil penelitian ke Jurnal Karya Ilmiah. Secara ringkas, Langkah-langkah penelitian ilmiah adalah sebagai berikut, 1. Merumuskan masalah 2. Mengkaji teori dan temuan penelitian sebelumnya 3. Merumuskan hipotesis...

Variabel-variabel dalam Penelitian

Penelitian yang telah  peneliti pilih dan rumuskan harus  tahu jenis variabel yang akan digunakan. “Variabel  adalah karakteristik dari orang, objek, atau kejadian yang berbeda dalam nilai-nilai yang dijumpai pada orang, objek, atau kejadian itu.” Bohnsteds (1982). Kedudukan variabel dalam suatu penelitian menjadi titik penentu kerangka penelitian yang digunakan. Apakah variabel X menentukan variabel Y, atau variabel X didahului variabel R, ataukah ada variabel lain sebagai pengganggu variabel X dan R.  Untuk memahami hal itu secara lebih rinci berikut ini akan dikemukakan jenis, kedudukan, atau fungsi masing-masing variabel dalam suatu penelitian. Klasifikasi Variabel Berdasarkan Data Secara umum klasifikasi variabel berdasarkan data dapat dibedakan atas dua bentuk, yaitu: a. Variabel Deskrit (Descrete Variable) Merupakan variable kategorikal. Variabel kategorikal merupakan variabel yang pemilihannya dilakukan secara kategorikal dengan memperhatikan...

Metoda Ilmiah

Penelitian ilmiah adalah suatu kegiatan yang sistematik, logis,  objektif, dan reflektif untuk mengkaji suatu masalah untuk menjelaskan masalah tersebut. Penelitian yang dilakukan berpedoman pada berbagai informasi yang telah dihasilkan dalam penelitian-penelitian sebelumnya (biasanya dilaporkan dalam jurnal ilmiah) dengan metoda tertentu yang telah diakui oleh masyarakat ilmiah Dalam melakukan penelitian ilmiah, peneliti harus menentukan variabel-variabel penelitiannya. Variabel  adalah karakteristik dari orang, objek, atau kejadian yang berbeda dalam nilai-nilai yang dijumpai pada orang, objek, atau kejadian itu.” Bohnsteds (1982). Ada beberapa variabel penelitian yang harus ditentukan yaitu, variabel bebas dan variabel terikat.