Penguatan Karakter Nasionalis Bangsa Indonesia

Penguatan Karakter Nasionalis Bangsa Indonesia
(Lima Prioritas Pendidikan Karakter Bangsa Indonesia) oleh Herman, S.Pd

Penguatan Pendidikan  Karakter (PPK) dapat menumbuhkan karakter siswa 4C dan 1I, yaitu siswa mampu berpikir kritis (critic), siswa memiliki kreatifitas (creative), siswa mampu berkomunikasi (comunicative), dan siswa mampu berkolaborasi (colaborative), serta siswa memiliki inovasi (inovative) sehingga sekolah menghasilkan jebolan yang mandiri, mampu bersaing di abad ini.

" Pendidikan karakter yang diterapkan tersebut harus mengacu pada lima nilai utama karakter prioritas yaitu Religius, Nasionalis, Gotong-royong, Mandiri, dan Integritas" demikian ucap Arie Budiman, staff ahli mendikbud bidang pembangunan karakter (14/6/2017).

Globalisasi memang sudah tidak dapat ditolak kehadirannya. Globalisasi yang telah merambah kepada semua aspek kehidupan baik ekonomi, politik, maupun budaya. Untuk menangkal hal negatif dan tidak kehilangan jati diri (nilai-nilai karakter bangsa, karakter hasil galian nenek moyang indonesia) maka perlu penguatan nilai-nilai karakter bangsa.

Lunturnya rasa nasionalis dalam jiwa bisa disebabkan efek globalisasi, kita disibukkan dengan masalah-masalah sosial seperti tawuran, ugal-ugalan, narkoba yang merusak generasi bangsa, atau sibuk berinternet lewat Laptop, HP yang bisa menularkan hal-hal yang dapat melunturkan jiwa nasionalis bahkan ada yang merubah jiwa nasionalis. Pendidikan karakter Nasionalis sangat dibutuh untuk memperkuat jiwa nasionalis, cinta bangsa tanah air.

Pendidikan karakter Nasionalis, menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya. Pendidikan karakter Nasionalis berisi muatan memahami dan mengetahui bahwa bangsa Indoensia berbeda dengan bangsa lain, rasa kecintaan pada tanah air, rasa kecintaan nusa bangsa, rasa kecintaan lambang-lambang negara.

Pendidikan karakter Nasionalis pada sekolah dapat dilakukan dengan strategi inklusif, inklusif pada mata pelajaran (diawali dengan kegiatan singkat seperti hormat pada bendera di kelas, beri salam kepada guru), inklusif budaya sekolah (diperlukan budaya sekolah bahwa upacara bendera sangat penting, ikut memperingati hari nasional), inklusif eksplorasi (mengeksplor bakat,  ikut kegiatan lomba-lomba yang menimbulkan rasa nasionalisme), inklusif teman sejawat (menularkan kepada teman kerja)

Pendidikan karakter Nasionalis diharapkan siswa memiliki jiwa taat hukum, displin, cinta tanah air, menghormati keragaman budaya, suku, dan agama, apresiasi budaya bangsa sendiri, menjaga kekayaan budaya bangsa, rela berkorban, unggul dan berprestasi, menjaga lingkungan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Laporan Praktekum Trayek pH

Kejadian eksoterm dan endoterm dalam kehidupan sehari-hari

Trayek pH