Perhitungan pH Larutan dengan beberapa Indikator LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA PERHITUNGAN PH LARUTAN DENGAN BEBERAPA INDIKATOR BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Asam dan basa merupakan dua golongan zat kimia yang sangat penting. Dalam kehidupan sehari-hari, dikenal berbagai zat yang digolongkan sebagai asam, misal asam cuka, asam sitrun, dll. Dan juga dikenal berbagai zat yang digolongkan sebagai basa, misalnya kapur sirih, air soda, air sabun dll. Berkaitan dengan sifat asam dan basa, larutan dikelompokkan dalam tiga golongan yaitu bersifat asam, basa dan netral. Sifat asam-basa dari suatu larutan juga dapat ditunjukkan dengan mengukur pH nya. pH adalah suatu parameter yang digunakan untuk menyatakan tingkat keasaman larutan. Larutan asam mempunyai pH lebih kecil dari 7. Larutan basa mempunyai pH lebih besar dari 7. Sedangkan larutan netral mempunyai ph = 7. Mempelajari cara menentukan pH dan sifat larutan sangat penting untuk mengetahui apakah laruta...
Kelas : XI Pelajaran : Kimia Kategori : Termokimia Kata Kunci : endoterm, eksoterm, reaksi, sehari-hari Pembahasan Reaksi endoterm adalah reaksi yang membutuhkan dan menyerap energi dalam bentuk panas. Kandungan energi (entalpi) dari hasil reaksi lebih tinggi dari pereaksi, sehingga perubahan entalpinya positif. Reaksi eksoterm adalah reaksi yang melepaskan panas dan terkadang disertai cahaya. Kandungan energi (entalpi) dari pereaksi lebih tinggi dari hasil reaksi, sehingga perubahan entalpinya negatif. Berikut contoh reaksi eksoterm di kehidupan sehari-hari a. membuat es batu b. pembentukan salju di awan c. kondensasi hujan dari uap air d. lilin menyala e. besi berkarat f. membakar gula g. pembakaran gas propana h. mencampurkan air dengan asam kuat i. mencampurkan air dengan kristal garam j. pembakaran bensin dalam ruang bakar kendaraan k. mencampurkan asam dan basa l. kembang api menyala Dan contoh reaksi...
Trayek pH Indikator Label: Asam-Basa, Kimia, Kimia Larutan, SMA Trayek pH indikator merupakan trayek rentang perubahan warna suatu zat indikator pH yang biasa digunakan dalam titrasi. Zat yang dapat digunakan sebagai indikator pH berupa: Metil Jingga Metil Jingga memiliki trayek perubahan warna antara pH 3,1 – 4,4. Jika pH kurang dari 3,1 larutan berwarna merah, jika pH lebih dari 4,4 larutan berwarna kuning Metil merah Metil Merah memiliki trayek perubahan warna antara pH 4,2 – 6,2. Jika pH kurang dari 4,2 larutan berwarna merah, jika pH lebih dari 6,2 larutan berwarna kuning Bromtimol biru Bromtimol biru memiliki trayek perubahan warna antara pH 6 – 7,6. Jika pH kurang dari 6 larutan berwarna kuning, jika pH lebih dari 7,6 larutan berwarna biru Fenolftalein Fenolftalein memiliki trayek perubahan warna antara pH 8 – 9,8. Jika pH kurang dari 8 larutan tidak berwarna, jika pH lebih dari 9,8 larutan berwarna merah Kertas Lakmus Kertas lakmus akan be...
Komentar
Posting Komentar