pH asam lemah dan pH basa lemah

Perhitungan pH asam lemah dan basa lemah

Untuk menghitung pH asam lemah dan basa lemah, diperlukan tetapan kesetimbangan (Ka atau Kb) terutama sekali. Di bawah ini adalah rumusnya:


pH asamlemah
RUMUS,  








pHbasalemah
RUMUS










pH (power of hydrogen) digunakan untuk mengukur keasaman suatu zat kimia, yang ditemukan oleh Soren Peter Lauritz Sorensen. Nilai pH terbentang dari 0 hingga 14, namun ada pH yang berada di bawah nol dan lebih tinggi dari 14 yang disebut pH ekstrim. Nah, dalam perhitungan pH diingat kembali konsep logaritma di matematika. 

Rentang pH terbagi atas 3, yaitu:
pH < 7 = termasuk pH asam (asam kuat dan lemah)
pH = 7 = termasuk pH netral (garam bersifat kuat dari asam kuat dan basa kuat)
pH > 7 = termasuk pH basa (basa kuat dan lemah)

pOH digunakan untuk mengukur kebasaan suatu zat yang bersifat basa. Nah, dalam perhitungan asam-basa, pOH jarang sekali (bahkan sangat jarang) untuk ditentukan kebasaan zatnya. Maka dari itu, kebasaan suatu zat kimia yang bersifat basa, pOH harus diubah ke pH.


Kw adalah tetapan kesetimbangan air, yaitu besar konsentrasinya sebesar 10^-14 (^ = pangkat), atau jika dalam pKw sebesar 14. Konsep Kw didapatkan dari daya hantar listrik pelarut air yang begitu besar karena sebagian kecil terionisasi menjadi ion H+ dan OH- berdasarkan reaksi berikut.
H2O (l)  ⇆  H+ (aq)  +  OH- (aq)
Nah, tetapan kesetimbangan (Kc) ionisasi air pada reaksi di atas sama dengan tetapan kesetimbangan air (Kw) seperti pada gambar di bawah:





PENGARUH Kc TERHADAP Kw



Konsep dari Kw ini mengacu pada pergeseran kesetimbangan kimia, yaitu:
Apabila ditambahkan suatu zat asam (ambil saja ion H+), maka konsentrasi asam tsb akan bertambah, namun nilai Kw tetap 10^-14 karena berdasarkan reaksi di atas kesetimbangan akan bergeser ke kiri yang menyebabkan pengurangan [OH-], atau dengan kata lain [H+] bertambah dan [OH-] berkurang alias saling menyimbangi nilai Kw
Begitu juga dengan penambahan zat basa (ambil saja ion OH-), maka konsentrasi basa tsb bertambah, nilai Kw-nya tetap karena kesetimbangan bergeser ke kiri juga, menyebabkan pengurangan [H+]







Ka dan Kb
Ka adalah tetapan ionisasi asam yang berfungsi dalam menghitung [H+] dalam pH asam lemah.
Kb adalah tetapan ionisasi basa yang berfungsi dalam menghitung [OH-] dalam pH basa lemah


ASAM CUKA (CH3COOH), SALAH SATU CONTOH ASAM LEMAH

Derajat ionisasi adalah kemampuan suatu senyawa kimia untuk mengalami ionisasi berdasarkan perbandingan antara jumlah zat yang terionisasi dengan jumlah zat yang dilarutkan. Dalam kelompok asam-basa, derajat ionisasi untuk:
Asam kuat dan basa kuat mengalami ionisasi sempurna (α = 1) dan tidak mengalami reaksi kesetimbangan (tanda reaksi kesetimbangan = ⇆ )

Semakin besar Ka, maka semakin kuat asam tersebut
Asam lemah dan basa lemah terionisasi sebagian (0 < α < 1) dan mengalami reaksi kesetimbangan (tanda reaksi kesetimbangan = ⇆)
Semakin besar Kb, maka semakin kuat basa tersebut

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Laporan Praktekum Trayek pH

Kejadian eksoterm dan endoterm dalam kehidupan sehari-hari

Trayek pH